Petualangan di Kampung Zuhud, Eksplorasi Oase 2019

Berangkat dari Jakarta ke Ciamis

Kita berangkat pakai Kereta Api, naik Kereta di Stasiun Pasar Senen (Jakarta) Ke Stasiun Tasikmalaya. Aku duduk bersama 5 Temanku, Kita di Kereta Nyanyi – nyanyi bareng Main bareng dan Tidur.

Foto: Anne Adzkia

Hari Pertama, Di Tasikmalaya

Sesampainya di sana kita langsung ke Masjid untuk Sholat Subuh,

Foto: Rakean Shidqii

Sehabis Sholat kita berangkat dari Stasiun Tasikmalaya ke desa Hegarmanah, Kita naik mobil Pick Up, Kita di mobil Nyanyi bareng, Liat Pemandangan.

Foto: Wahyu Andito

Kita turun dulu di Alun – alun Manonjaya, kita di sana main sambil menunggu Kakak Mentor membeli makanan untuk Sarapan.

Foto: Anne Adzkia

Sehabis bermain kita di panggil Kakak Mentor untuk melanjutkan perjalanan menuju Desa, setibanya disana kita langsung sarapan dan mendengarkan pengarahan dari kakak mentor, katanya kepala dusun dan kepala desa mau ke sini.

Foto: Rakean Shidqii
Foto: Anne Adzkia
Foto: Rakean Shidqii

Sehabis itu aku istirahat dan tidur, 30 menit kemudian aku bangun dan kepala dusun bersama kepala desa katanya hampir sampai Saung, 8 menit kemudian mereka pun datang, mereka datang untuk memberi pengarahan dan informasi tentang desa dan dusun di sini.

Foto: Rakean Shidqii

Sehabis ketemu dengan kepala desa dan kepala dusun, kita orientasi di sekitar dusun, Di sana kita di bimbing oleh Pak Ondin dan Yazdad, kita oleh mentor di suruh membuat peta di sekitar dusun ini, Pak Ondin memberitahukan rumah – rumah Warga dan fasilitas yang ada di dusun ini.

Foto: Rakean Shidqii
Ini Peta yang aku buat

Setelah orientasi sekitar dusun kita ada pengarahan dari mentor, sehabis pengarahan dari mentor kita langsung makan siang, sehabis makan siang aku ganti baju untuk kotor – kotoran, aku mengambil ikan dan memindahkan ke kolam untuk di lepaskan.

Foto: Ayu Primadini
Foto: Ayu Primadini

Setelah itu aku dan Syauqi kasih ikannya ke bapak yang ngurus kolamnya, kita semua ke sini untuk melepas ikan ke kolam, aku di barisan laki – laki terakhir dekat perempuan, pas aku mau ngambil ikannya kata bapaknya jangan ikan yang ini, ikan yang di pegang laki – laki dan perempuan itu berbeda kalo laki – laki ikan mujair kalo perempuan ikan mas, karena ikan mujair siripnya lebih tajam, nah sama bapaknya ikan mujairnya langsung di ceplungin, di kira bapaknya aku perempuan, padahalkan aku laki – laki mungkin karena rambut ku yang panjang, semuanya langsung ketawa aku pun ikut ketawa sambil kebingungan, jadinya aku lepasin ikan mas, tapi sih nggak apa-apa karena kan aku udah megang ikan mujair untuk di pindahin ke ember untuk di bawa.

Foto: Rakean Shidqii

Sesudah melepaskan ikan aku dan teman – teman ku memasang pagar kayu di kolam.

Foto: Rakean Shidqii

Setelah memasang pagar kita lanjut jalan menuju sungai, di sana jalannya naik turun medannya tanah.

Foto: Rakean Shidqii

Sesampai di sungai kita berenang, di sungai juga ada Dam/Bendungan teman – teman ku pada loncat dari bendungan, aku juga penasaran ingin loncat, tapi katanya yang mau loncat harus bisa berenang, sedangkan aku nggak bisa berenang di sangka aku airnya kedalaman nya hanya 1m ternyata 3m lebih, kalau aku nggak bisa berenang aku bisa langsung tenggelam, aku akhirnya turun ke bendungannya aku berenang di sisi tempat buat jalan yang belum dalam,ternyata pas aku jalan ke tengah aku hampir tenggelam aku langsung saja pegang temanku, ternyata itu langsung kedalam nggak ada temboknya miring pelan – pelan ke bawah, aku hanya melihat teman ku loncat, akhirnya aku di tawarin untuk loncat oleh kakak mentor tapi aku jawab aku nggak bisa berenang, kata kakaknya gak apa-apa nanti di jagain, aku langsung jawab OK, aku langsung ke atas dan LONCAT, tingginya sekitar 4/5m lebih, aku di dalam air tenggelam ‘pasti’ aku langsung di tarik ke tepian Dam, air kolamnya ke telen semua rasanya asin dan ada bau got, air nya kotor, tapi itu pengalaman terseru yang aku pernah lakukan, nggak tau kenapa aku nggak ada rasa takut, jadi nggak banyak pikir langsung loncat, aku sehabis loncat langsung batuk – batuk.

Foto: Rakean Shidqii
Foto: Wahyu Andito
Teman – teman ku loncat dari bendungan
Foto: Wahyu Andito

Setelah berenang kita pulang ke saung aku mandi dan makan malam, setelah itu kita ke rumah inang masing – masing, aku tinggal di rumah pak Ondin dan bu Heni, aku bersama grup ku ngobrol dengan keluarga inang kami, nama grup ku grup leo, setelah itu kita tidur.

Menuju rumah Keluarga Inang kami
Foto: Elisabeth Anggia

Hari kedua, Memasak dan Menembak

Pagi – pagi kita masak perkedel dengan bu Heni, Sehabis itu kita makan pagi, abis itu aku dan regu ku bertanya ke pak Ondin itu senjata buat apa pak, katanya itu senjata buat menembak hama seperti tupai tikus dll, tupai disini adalah hama mereka memakan kelapa, pepaya dll, aku dan regu ku memegang senjatanya itu namanya senapan angin aku coba menembaknya tapi dengan peluru kosong, abis itu kita di ajak untuk berburu. Kita di kasih peralatan untuk berburu dan untuk ngambil buah, seperti golok, galah. Kita disana melihat ada hama atau tidak, kalau ada bilang ke pak Ondin, karena pak Ondin yang menembaknya, kita disana juga mencoba senjatanya dengan peluru, kita tidak dapat hewannya, akhirnya kita hanya mengambil pepaya dan pete, kita sana makan pepaya, jadi kalo pepayanya nggak habis di biarin aja nanti juga ada yang makan seperti tupai.

Foto: Anne Adzkia

Sehabis itu aku menonton pertandingan sepak bola, Oase lawan tim Kampung, tim Oase laki – laki kalah kalau yang perempuan menang.

Foto: Rakean Shidqii
Foto: Rakean Shidqii
Foto: Rakean Shidqii

Hari ketiga, Belajar Tanaman dan Menanam Pohon

Kita di rumah pak Ondin belajar bagaimana caranya mencangkok dan menyambung, di sana kita ada grup lain, kita disana juga makan kelapa, pohon kelapanya di rumah pak Ondin jadi kalau mau kelapa tinggal keluar terus manjat, dan kita juga main. Sehabis itu kita menanam pohon di dekat saung, regu kami menanam pohon Belimbing.

Foto: Wahyu Andito
Foto: Anne Adzkia

Hari keempat, Melihat pembuatan Sotong, Melihat pembuatan Angklung, menangkap ikan, Main Hujan – hujanan, dan penampilan

Aku di sana juga ke pabrik sotong, aku di sana lihat dan membuat Sotong, aku melipat/mengulung sotongnya dan menggoreng. Sehabis membuat Sotong aku melihat cara pembuatan Angklung dan memainkannya. Setelah itu aku menangkap ikan yang hari pertama di lepasin, aku dapat ikannya tapi ikannya lepas di tangan ku. Setelah menangkap ikan tiba – tiba hujan, hujannya gede sekali, aku main hujan – hujanan di lapangan, dan bermain lumpur, setelah hujan mulai makin kecil kita main bola. Setelah itu aku main di dan siap – siap untuk penampilan, aku nampil sulap kartu bersama reguku, dan nyanyi – nyanyi bersama semua Oase yang ikut Eksplorasi, dan memberi terima kasih kepada pak Ondin dan bu Heni

Foto: Elisabeth Anggia
Foto: Wahyu Andito
Foto: Anne Adzkia
Foto: Wahyu Andito
Foto: Anne Adzkia
Foto: Anne Adzkia
Foto: Anne Adzkia

Hari Terakhir, Pulang

Sebelum berangkat kita tunggu di jemput kakak mentor, sehabis di jemput kita pamitan ke keluarga asuh. Kita pulang naik bus, kita dari desa ke terminal Tasikmalaya naik bus kecil, kita di bus kecil nyanyi – nyanyi, Nyampe di terminal kita tunggu bus nya datang, kita di bus main, membuat lelucon, dan nyanyi, nyampe di terminal kita ada pengarahan dari kakak mentor, sehabis itu aku ketemu Ibu ku dan pamitan ke semua kakak mentor, temen – temen dan orang tua temen – temen.

Foto: Anne Adzkia
Ini Bus Kecil yang kita naiki
Foto: Anne Adzkia
Nyampe Terminal Tasikmalaya
Foto: Ayu Primadini
Foto: Ayu Primadini
Sudah nyampe di terminal kampung rambutan dan di kasih pengarahan
Foto: Bunda Widya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s